Paroki Santa Maria Dengan Tidak Bernoda Asal Tulungagung
Artikel

Misteri Kemenangan dalam Keheningan Jumat Agung

“Nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake, degdaya tanpa aji.”

Tanggal Publikasi
Misteri Kemenangan dalam Keheningan Jumat Agung

Dalam suasana hening dan penuh penghayatan, umat di Paroki Santa Maria dengan Tidak Bernoda Asal Tulungagung berkumpul untuk merayakan Ibadat Jumat Agung - sebuah perayaan yang bukan sekadar mengenang, tetapi menghidupi kembali misteri sengsara dan wafat Tuhan Yesus Kristus. Ibadat ini dipimpin oleh Rm. Athanasius Mulyadi, SJ, yang mengajak umat masuk lebih dalam ke dalam makna salib, penderitaan, dan kemenangan yang sejati.

Sunyi yang Berbicara

Via crucis agung komunitas Paroki SMDTBA Tulungagung mengenang perjalanan Kristus ke Golgota

Jumat Agung bukanlah hari duka tanpa harapan. Justru di dalam keheningan, Gereja menghadirkan misteri terbesar: kasih Allah yang total.

Tidak ada misa. Tidak ada konsekrasi. Altar kosong. Semua seakan “hilang”. Namun justru di situlah, kita diajak menyadari:

Allah bekerja dalam cara yang tidak biasa - dalam diam, dalam luka, dalam pengorbanan.

Yesus tidak mati sebagai pecundang. Ia wafat sebagai Sang Penebus.

Kemenangan yang Tak Terlihat

Umat Paroki SMDTBA Tulungagung mencium salib sebagai ungkapan cinta kepada Kristus

Dalam kotbahnya, Rm. Athanasius Mulyadi, SJ, :

Yesus “perang tanpa pasukan”, tidak mengandalkan siapa pun, tidak menunjukkan kehebatan sedikit pun dalam kisah sengsara-Nya.

Di mata dunia, salib adalah kekalahan.

Namun dalam rencana Allah:

“Yesus Menang.” Ia mengalahkan dosa, Ia menaklukkan kematian, Ia membuka jalan menuju kehidupan.

Kemenangan ini tidak disertai sorak sorai, tetapi hadir dalam pengampunan:

“Kematian dan Hidup menjadi satu dalam kasih yang mengampuni dosa manusia.”

Refleksi untuk Umat: Salib Kita Masing-masing

Sebagai murid Kristus, kita tidak lepas dari salib. Bahkan:

“Kita sudah diberi salib masing-masing.”

Namun realitasnya, kita sering kali tidak kuat.

Kita bukan memikul salib…

melainkan hanya menyeretnya.

Kita mengeluh. Kita ngomel. Kita merasa sendiri.

Padahal, Yesus telah lebih dahulu menunjukkan jalan:

bukan jalan mudah, tetapi jalan yang menyelamatkan.

Spiritualitas Jawa dalam Misteri Kristus

Dengan sangat indah, Romo Athanasius merangkum sosok Yesus dalam ungkapan yang begitu dalam maknanya:

“Nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake, degdaya tanpa aji.”

Artinya:

  • Berjuang tanpa pasukan
  • Menang tanpa merendahkan
  • Berkuasa tanpa menunjukkan kesaktian

Inilah wajah Allah yang sejati.

Bukan Allah yang memaksa, tetapi Allah yang mengasihi sampai tuntas.

Undangan untuk Berubah

Jumat Agung bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dijalani.

Hari ini, kita diajak untuk bertanya:

  • Apakah aku masih mengeluh dalam memikul salibku?
  • Apakah aku mau belajar setia seperti Kristus?
  • Apakah aku berani mengampuni seperti Dia?

Karena pada akhirnya, jalan salib bukan jalan menuju kematian semata, melainkan jalan menuju kebangkitan.

Dari Salib Menuju Harapan

Imam berbaring di lantai altar dalam prosesi ibadat Jumat Agung Paroki SMDTBA Tulungagung

Di tengah dunia yang sering mengukur segalanya dengan kekuatan dan kemenangan instan, Jumat Agung mengajarkan sesuatu yang berbeda:

Bahwa kemenangan sejati…

tidak selalu terlihat kuat.

tidak selalu tampak hebat.

Tetapi pasti… menyelamatkan.

Dan dari salib itu, kita belajar:

bahwa kasih yang sejati, selalu berani berkorban.

developed by Tenaga IT

Hubungi Kami
Edy Wandowo
Buka pukul 08.00 – 14.00
Hari Rabu sekretariat libur
08563678844  (WhatsApp)